<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="wordpress/1.5.1-alpha" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
>

<channel>
	<title>Semplice</title>
	<link>http://semplice.blogsome.com</link>
	<description>Biasa Aja</description>
	<pubDate>Mon, 14 Dec 2009 12:19:27 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=1.5.1-alpha</generator>
	<language>en</language>

		<item>
		<title>Jual Jaket dan Sweater</title>
		<link>http://semplice.blogsome.com/2009/12/14/80/</link>
		<comments>http://semplice.blogsome.com/2009/12/14/80/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Dec 2009 11:34:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
		
	<category>Biasa Aja</category>
		<guid>http://semplice.blogsome.com/2009/12/14/80/</guid>
		<description><![CDATA[	Sekian lama tak terupdate, saatnya kini menulis kembali. Setelah rencana hijrah menjadi prioritas terakhir, kini rencana berbisnis menjadi wajib sebagai pilihan utama. 
	Dari mana mulainya? Ternyata Tuhan Yang Maha Baik tidak membiarkan umatnya yang mau mengubah nasibnya begitu saja. Secara &#8220;kebetulan&#8221; dalam nalar manusia, boleh jadi hal itu sudah menjadi Sunnahtullah-nya. Didalam keyakinan yang pasti, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Sekian lama tak terupdate, saatnya kini menulis kembali. Setelah rencana hijrah menjadi prioritas terakhir, kini rencana berbisnis menjadi wajib sebagai pilihan utama. </p>
	<p>Dari mana mulainya? Ternyata Tuhan Yang Maha Baik tidak membiarkan umatnya yang mau mengubah nasibnya begitu saja. Secara &#8220;kebetulan&#8221; dalam nalar manusia, boleh jadi hal itu sudah menjadi Sunnahtullah-nya. Didalam keyakinan yang pasti, sungguh Tuhan Yang Maha Pemelihara memberikan jalan-Nya untuk meraih rizki yang telah ditetapkanNya.</p>
	<p>Seorang adik sepupu dari pihak ibu, memberikan order untuk membuatkan baju muslim kelas butik kepada Yayang. Disaat Yayang mulai bimbang dan bertanya, &#8220;Dari mana kita makan?&#8221; Saya hanya bisa bilang,&#8221;Allah Maha Pemelihara.&#8221; Ya! Kenapa ragu? Dia ciptakan kita, tentulah logis Dia tetapkan juga rizkinya. Syukur Alhamdulillah, Tuhan menjawab lewat adik sepupu saya.</p>
	<p>Sempat berjalan dua kali order. Tidak banyak memang, tapi patut disyukuri. Dari sana saya dapat memahami kalau kesempatan dan kemauan harus bersinergi dengan kemampuan. Pembelajaran yang berharga!!! Sungguh &#8220;Peluang&#8221; adalah cara bagaimana kita mengolah kesempatan, kemauan dan kemampuan sehingga menghasilkan sesuatu yang memuaskan semua pihak.</p>
	<p>Saat dalam &#8220;kering-dahaga&#8221; income, Tuhan mempertemukan saya dengan sobat-sobat masa kecil saya. Sebahagian dari mereka banyak memutuskan pilihan untuk tidak bekerja. Kok? Ya!!! Mereka lebih memilih untuk menjadi Pengusaha. Dari cerita-cerita mereka saya banyak mengalami perubahan mind-set tentang Usahawan. Walau sejak lama saya juga ingin memilih profesi itu ketimbang tetap dalam zona aman.</p>
	<p>Sobat masa kecil memberikan peluang kepada saya. Sebenarnya sayalah yang memutuskan untuk mengambil alih peluang itu, disaat sobat kecil saya hampir-hampir memutuskan untuk mengembalikan kembali peluang itu.</p>
	<p>Pengadaan Seragam Kantor, yang mana adalah bukan bidang usahanya coba dijajaki. Tuhan menuntun saya dalam skenario &#8220;perlahan tapi pasti&#8221;, seiring waktu berjalan mulailah saya memahami meski sedikit demi sedikit &#8220;Learning by Doing&#8221; dalam berbisnis.</p>
	<p>Sungguh, bisnis bukan semata mencari keuntungan, pembelajaran yang utama adalah, mengubah peluang yang teridentifikasi pada kesempatan, kemauan dan kemampuan, menjadi bak roda yang menggelinding maju terus ke depan, bersinergi dengan cara yang efektif dan seefisien mungkin mencapai tujuan bersama tanpa ada pihak yang dirugikan.</p>
	<p>Waktu terus berjalan, saya terus belajar dan belajar. Biarlah, sungguh rizki adalah otoritas Tuhan. Wilayah kita sebagai makhluknya adalah hanya bagaimana mendapatkan ketetapan rizki yang telah ditetapkanNya dengan cara yang diridhoiNya, serta bagaimana kita memaintenance rizki yang kita peroleh dengan cara yang diridhoiNya pula.</p>
	<p>Salam Peluang dari yang terus belajar. <img src='http://semplice.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  If you never try, you&#8217;ll never know.</p>
	<p>*******<br />
Yang mau order pengadaan seragam dikantornya, jangan sungkan kontak saya <img src='http://semplice.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /><br />
Yang mau belanja Jaket atau Sweater dibawah ini juga boleh.</p>
	<p><img src='/images/ArsenalJk.jpg' alt='Arsenal' /></p>
	<p>Jaket  Bahan Diadora<br />
   1. Ukuran (S,M, L, XL, XXL)<br />
   2. Harga satuan: Rp.150rb<br />
   3. Harga per 2 lusin 125rb </p>
	<p>Jaket  Bahan Fleece Cotton<br />
   1. Ukuran (S,M, L, XL, XXL)<br />
   2. Harga satuan: Rp.160rb<br />
   3. Harga per 2 lusin Rp.135rb </p>
	<p>Sweater Bahan Fleece Cotton<br />
   1. Ukuran (S,M, L, XL, XXL)<br />
   2. Harga satuan: Rp.160rb<br />
   3. Harga per 2 lusin Rp.135rb</p>
	<p><img src='/images/MilanJk.jpg' alt='Milan Jaket' /><br />
<img src='/images/JuveJk.jpg' alt='Juve Jaket' /><br />
<img src='/images/chealseJk.jpg' alt='Chelsea Jaket' /><br />
<img src='/images/MUJaket.jpg' alt='MU Jaket' />
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://semplice.blogsome.com/2009/12/14/80/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Happiness is a warm gun</title>
		<link>http://semplice.blogsome.com/2009/08/20/happiness-is-a-warm-gun/</link>
		<comments>http://semplice.blogsome.com/2009/08/20/happiness-is-a-warm-gun/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 20 Aug 2009 04:19:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
		
	<category>Biasa Aja</category>
		<guid>http://semplice.blogsome.com/2009/08/20/happiness-is-a-warm-gun/</guid>
		<description><![CDATA[	
	Saatnya pistol dalam genggaman, mencoba untuk menarik pelatuk. Kepala penuh fragmen,  ceritakan harapan, impian, ketakutan, keragu-raguan, ketertarikan, dan sejuta rasa, but if we never try, we never know! Pertaruhan nasib ada ditangan kita, bukan?
	***
	Aku ingin sekali bisa keluar dari zona perbudakan modern ini. Menjadi buruh kontrak entah sampai kapan, bagai telur diujung tanduk. Jelang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p><img src="http://ph.88dbmedia1.jobsdb.com/db88uploadfiles/2006/05/12/FAB8B446-94E7-4365-95ED-9F0431C656DF.jpg" alt="" /></p>
	<p>Saatnya pistol dalam genggaman, mencoba untuk menarik pelatuk. Kepala penuh fragmen,  ceritakan harapan, impian, ketakutan, keragu-raguan, ketertarikan, dan sejuta rasa, but if we never try, we never know! Pertaruhan nasib ada ditangan kita, bukan?</p>
	<p>***</p>
	<p>Aku ingin sekali bisa keluar dari zona perbudakan modern ini. Menjadi buruh kontrak entah sampai kapan, bagai telur diujung tanduk. Jelang empatpuluh tahun menghirup udara yang sekarang cenderung terkontaminasi oleh polutan modernisasi yang semakin tak ramah.  Laju gerak makin tergesa-gesa di keramaian yang kian macet, pengap dan saling tak mau mengalah. untuk apa? Lantunan I&#8217;m only sleepingnya The Beatles mengiang-ngiang. &#8220;&#8230;RUNNING EVERYWHERE AT SUCH A SPEED, TILL THEY FIND, THERE&#8217;S NO NEED&#8230;&#8221;</p>
	<p>Jatah helaan nafas tak pernah kita tahu, 40 tahun adalah masa yang cukup. Dan kini adalah saatnya menikmati setiap detik anugerah Sang Kuasa dalam ketenangan, kedamaian, dalam cengkerama bersama keluarga, syukur-syukur mampu berbagi untuk sesama. Reorientasi makna hidup terus berkecamuk. Saatnya menentukan pilihan, bidikan, dan bahkan harus tetapkan hati, rasa dan raga.</p>
	<p>Mencari-cari jalan hanya berbantu rambu-rambu : Tak ada macet, tapi ada kendaraan. Aroma religi kuat semerbak dalam taman keragaman. Dekat dengan akar namun serasa dipucuk. Tak perlu tergesa dalam produktivitas. Tenang, Damai dan Romantis dalam deburan puji-syukur pada Yang Kuasa atas keindahan alam yang telah Ia ciptakan. Dimana? yang pasti bukan Jakarta. Jakarta tak lagi nyaman sejak era 80an.</p>
	<p>***</p>
	<p>Menetapkan pilihan hidup dan berani mengambil resiko haruslah dengan perhitungan matang. Kalau tidak ? Pertentangan untuk kembali menata kehidupan baru begitu kuat pertentangannya baik oleh Yayang maupun para buah hati. &#8220;Nanti nggak ada Mall, dong? Nggak bisa makan di Pizza Hut, dong? Nggak bisa nonton Twenty One, dong? Dan begitu banyak &#8230;dong, &#8230;dong lainnya. &#8220;Lagi, bisa apa kamu, Yah?&#8221; tanya Yayang.</p>
	<p>Keyakinan kadang begitu taqlid karena kebuntuan, bukan karena kebodohan. Era informasi kini begitu deras dan mudah didapat, setidaknya kita bisa mendapatkan gambaran yang jelas meski tidak utuh dan detail. Dan cukup membantu.</p>
	<p>***</p>
	<p>Keputusan ada ditangan kananku serta tangan kiri istri dan anak-anakku. Semoga Tuhan Yang Memelihara selalu memudahkan tangan-tangan kami membelai Kasih-Nya, menggenggam Ridho-Nya, menggandeng Kekuatan-Nya sehingga tangan-tangan kami mampu menampar setiap godaan dan halangan yang menghadang, mendorong kelemahan dan keragu-raguan, meraih kemenangan dan kebahagiaan. Amiin.</p>
	<p>***<br />
Saya tertarik dengan Tanjung Pandan atau Manggar, Belitung. Ada yang bisa kasih saran atau info?
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://semplice.blogsome.com/2009/08/20/happiness-is-a-warm-gun/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Beri Janji Bukan Bukti</title>
		<link>http://semplice.blogsome.com/2009/03/30/beri-janji-bukan-bukti/</link>
		<comments>http://semplice.blogsome.com/2009/03/30/beri-janji-bukan-bukti/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Mar 2009 08:18:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
		
	<category>Biasa Aja</category>
		<guid>http://semplice.blogsome.com/2009/03/30/beri-janji-bukan-bukti/</guid>
		<description><![CDATA[	
	Sekumpulan para monyet bernyanyi sendu&#8230;.
&#8220;Janji-janji, tinggal janji&#8230;. Nasib kami hanya mimpi&#8230;&#8221;
	***
Dengan ini saya menghimbau kepada rekan-rekan outsourcing, pegawai kontrak, para PHK, para buruh, para petani yg sering kesulitan bibit apalagi pupuk bersubsidi, para nelayan yang tak lagi mampu melaut, para orang-orang kampung yg jalan desa/kampung/kota? banyak berlubang, rusak, kebanjiran, para supir yg setorannya tidak tergantung [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p><img src="http://semplice.blogsome.com/images/polimonkey.JPG" alt="" width="300"/></p>
	<p>Sekumpulan para monyet bernyanyi sendu&#8230;.<br />
&#8220;Janji-janji, tinggal janji&#8230;. Nasib kami hanya mimpi&#8230;&#8221;</p>
	<p>***<br />
Dengan ini saya menghimbau kepada rekan-rekan outsourcing, pegawai kontrak, para PHK, para buruh, para petani yg sering kesulitan bibit apalagi pupuk bersubsidi, para nelayan yang tak lagi mampu melaut, para orang-orang kampung yg jalan desa/kampung/kota? banyak berlubang, rusak, kebanjiran, para supir yg setorannya tidak tergantung parpol apapun, para guru honor, pegawai honor, dan semua rakyat yg kerap diberi janji, bukan bukti pada setiap pemilu untuk menyuarakan aspirasinya pada perjuangan nasib masing-masing. Teruslah bekerja, perbaiki nasib saudara-saudari sendiri dengan keringat dan air-mata kalian, yang Insya Allah memiliki arti tersendiri di mata Tuhan Y.M.E.</p>
	<p>***<br />
Original picture&#8217;s taken from http://www.iowapresidentialwatch.com/images/cartoons/MonkeyBusiness-Md.jpg</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://semplice.blogsome.com/2009/03/30/beri-janji-bukan-bukti/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
	</channel>
</rss>
