<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="wordpress/1.5.1-alpha" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
>

<channel>
	<title>Semplice</title>
	<link>http://semplice.blogsome.com</link>
	<description>Biasa Aja</description>
	<pubDate>Thu, 03 Jul 2008 08:21:20 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=1.5.1-alpha</generator>
	<language>en</language>

		<item>
		<title>No One Together</title>
		<link>http://semplice.blogsome.com/2008/07/03/no-one-together-2/</link>
		<comments>http://semplice.blogsome.com/2008/07/03/no-one-together-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Jul 2008 08:21:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
		
	<category>Biasa Aja</category>
		<guid>http://semplice.blogsome.com/2008/07/03/no-one-together-2/</guid>
		<description><![CDATA[	
	(Kansas)
	Centuries of backward ways, have many left behind us
Who can count the good men gone away
The fruits of all our labors have left us as we started
We&#8217;ve come too far to end it in a day
It seems that everything we do is wrong
A one way trip to nowhere all along
Just look around and tell me [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p><img src="http://www3.telus.net/chessvancouver/images/chess.jpg" alt="" width="300"/></p>
	<p>(Kansas)</p>
	<p>Centuries of backward ways, have many left behind us<br />
Who can count the good men gone away<br />
The fruits of all our labors have left us as we started<br />
We&#8217;ve come too far to end it in a day<br />
It seems that everything we do is wrong<br />
A one way trip to nowhere all along<br />
Just look around and tell me what you see<br />
Another stupid page of history</p>
	<p>(Chorus)<br />
No one together, No one is touching ground<br />
Look at each other, Chaos is all around<br />
Same situation, Nothing is really new<br />
No one together, No one is me and you</p>
	<p>Low the horn of plenty is bursting at the seam<br />
The harvest of the world will be our prize<br />
We claim to know the secrets, the answers have been found<br />
But how can one fool make another wise<br />
&#8216;Cause nothing&#8217;s better than it used to be<br />
To live and die is still a mystery<br />
We take away and we give nothing back<br />
We just consume it all and still we lack</p>
	<p>(Chorus)<br />
<strong><br />
Each day passed by so quickly now<br />
You can feel it drawing much closer now<br />
The signs are in the faces of the people in the street<br />
The signs are in the sound I hear<br />
The voices filled with hate and fear<br />
You can feel it drawing near you now</strong></p>
	<p>The multitudes are searching, and wandering in vain<br />
For what they seek cannot be found in men<br />
The truth that lies before us now is plain for all to see<br />
To grow without is not to grow within<br />
For in the promise is a victory<br />
To see the way that everything should be<br />
To feel the joy that we were meant to know<br />
We should have realized so long ago</p>
	<p><strong>We&#8217;re all together, Harmony will abound&#8217;<br />
Look at each other, All that was lost is found<br />
New situation if our direction&#8217;s true<br />
We&#8217;re all together, Everyone is me and you</strong></p>
	<p>***</p>
	<p>SBY-JK suka lagu ini, nggak,ya..?
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://semplice.blogsome.com/2008/07/03/no-one-together-2/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Bangsa Yang BESAR</title>
		<link>http://semplice.blogsome.com/2008/06/18/bangsa-yang-besar/</link>
		<comments>http://semplice.blogsome.com/2008/06/18/bangsa-yang-besar/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Jun 2008 06:49:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
		
	<category>Biasa Aja</category>
		<guid>http://semplice.blogsome.com/2008/06/18/bangsa-yang-besar/</guid>
		<description><![CDATA[	Bangsa yang besar adalah bangsa yang terbebaskan, merdeka! Merdeka dari belenggu kebenaran mayoritas dungu, bebal, culas dan penjilat.
	Negeri yang makmur adalah negeri yang dihuni oleh mayoritas hidup, bukannya mati! Bukan mati hati dari rasa senasib dan sebangsa. Bukan mati rasa dari marasmus dan kwashiorkor. Bukan mati figur dari harap para penganggur. Bukan mati akal dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Bangsa yang besar adalah bangsa yang terbebaskan, merdeka! Merdeka dari belenggu kebenaran mayoritas dungu, bebal, culas dan penjilat.</p>
	<p>Negeri yang makmur adalah negeri yang dihuni oleh mayoritas hidup, bukannya mati! Bukan mati hati dari rasa senasib dan sebangsa. Bukan mati rasa dari marasmus dan kwashiorkor. Bukan mati figur dari harap para penganggur. Bukan mati akal dari buntu jalan para negarawan bebal dan menyebalkan!</p>
	<p>***</p>
	<p>Hari ini sendu sayup-sayup terdengar&#8230;<br />
&#8220;&#8230;Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya untuk Indonesia Raya&#8230;&#8221;
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://semplice.blogsome.com/2008/06/18/bangsa-yang-besar/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>PEACE</title>
		<link>http://semplice.blogsome.com/2008/06/06/peace/</link>
		<comments>http://semplice.blogsome.com/2008/06/06/peace/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Jun 2008 08:59:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
		
	<category>Biasa Aja</category>
		<guid>http://semplice.blogsome.com/2008/06/06/peace/</guid>
		<description><![CDATA[	
	Konflik horisontal yang telah terjadi menunjukkan bahwa tataran hukum di negeri &#8211;yang katanya hukum bisa diperjual-belikan&#8211; ini nggak 100% berjalan dengan baik. Sok tahu? Biarin   
	Jika nilai kebenaran relatif dipaksakan pada nilai-nilai kebenaran relatif lainnya, tentulah memicu konflik. Jika kita mau berkomitmen pada nilai-nilai hukum negeri ini, maka tindakan apapun yang ber-ekses negatif [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p><img src="http://artfiles.art.com/images/-/Pablo-Picasso/Dove-of-Peace-Print-C10059272.jpeg" alt="" /></p>
	<p>Konflik horisontal yang telah terjadi menunjukkan bahwa tataran hukum di negeri &#8211;yang katanya hukum bisa diperjual-belikan&#8211; ini nggak 100% berjalan dengan baik. Sok tahu? Biarin  <img src='http://semplice.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
	<p>Jika nilai kebenaran relatif dipaksakan pada nilai-nilai kebenaran relatif lainnya, tentulah memicu konflik. Jika kita mau berkomitmen pada nilai-nilai hukum negeri ini, maka tindakan apapun yang ber-ekses negatif buat kita, haruslah diselesaikan lewat hukum yang kita acukan bersama sebagai rakyat Indonesia.</p>
	<p>Tindakan &#8220;oknum&#8221; FPI pada kejadian beberapa waktu lalu, menunjukkan perilaku &#8220;main hakim sendiri&#8221;. Negara Indonesia adalah negara hukum, katanya. Hukum Republik ini terlecehkan? Siapa yang &#8220;kudu&#8221; merasa?</p>
	<p>Terlepas tindakan &#8220;oknum&#8221; FPI bermuatan &#8220;kebenaran relatifitas&#8221;, kenapa tidak menyerahkan setiap persoalan yang dianggap &#8220;merugikan&#8221;, baik bagi FPI maupun Islam-&#8221;nya&#8221;, diselesaikan sesuai koridor tatanan negeri yang memiliki UUD serta PANCASILA sebagai dasarnya. Ini NKRI, bung. </p>
	<p>Kebetulan saja Allah SWT mentakdirkan NKRI bermayoritas muslim, sehingga untuk bergagah-gagahan atas perlindungan mayoritas menjadi lebih menemui jalannya. </p>
	<p>Andai setiap pemilik nilai kebenaran relatif memaksakan absolutisme, menjadi yang paling benar dengan menyalahkan kebenaran/keyakinan yang lainnya, tentulah kasus POSO maupun AMBON menjadi menasional.</p>
	<p>Sepengetahuan saya, yang awam ini, Rasul SAW memerangi Kafir Quraisy, bukan karena perbedaan keyakinan, akan tetapi karena mereka (kaum kafir Quraisy) memerangi dan mengusir kaum muslimin. Ingat !!! Pamanda Rasul SAW, yang memelihara dan menjaga serta menjamin keselamatannya &#8212; Abu Thalib&#8211;, adalah seorang yang berkeyakinan berbeda. Hingga wafatnya Abu Thalib tetap memegang agama/keyakinan leluhurnya. Inilah dasar toleransi yang relatif benar menurut saya &#8211;maaf&#8211;.  </p>
	<p>***<br />
&#8220;Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu. &#8221; QS:49:6</p>
	<p>&#8220;Dan ketahuilah olehmu bahwa di kalanganmu ada Rasulullah. Kalau ia menuruti kemauanmu dalam beberapa urusan benar-benarlah kamu mendapat kesusahan, tetapi Allah menjadikan kamu &#8216;cinta&#8217; kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah di dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus, &#8221; QS:49:7</p>
	<p>&#8220;sebagai karunia dan nikmat dari Allah. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. &#8221; QS:49:8</p>
	<p>&#8220;Dan kalau ada dua golongan dari mereka yang beriman itu berperang hendaklah kamu damaikan antara keduanya! Tapi kalau yang satu melanggar perjanjian terhadap yang lain, hendaklah yang melanggar perjanjian itu kamu perangi sampai surut kembali pada perintah Allah. Kalau dia telah surut, damaikanlah antara keduanya menurut keadilan, dan hendaklah kamu berlaku adil; sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil. &#8220;QS:49:9</p>
	<p>&#8220;Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat. &#8221; QS;49:10</p>
	<p>&#8220;Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.&#8221; QS:49:11</p>
	<p>&#8220;Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. &#8221; QS:49:12</p>
	<p>&#8220;Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. &#8221; QS:49:13</p>
	<p>***</p>
	<p>Mengolah informasi secara cerdas , dengan dasar Rahmatan lil &#8216;Alamin, menjauhkan kita dari KONFLIK HORISONTAL. </p>
	<p>INGAT! Kita tidak hidup sendiri, bumi ini milik TUHAN YME, Dan semua manusia yang ada di bumi adalah ciptaan-Nya! Apa hak kita untuk membinasakan yang Ia telah tetapkan berbeda dengan kita?</p>
	<p>***<br />
&#8220;Dan janganlah kamu mengusir orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan petang hari, sedang mereka menghendaki keridhaanNya. Kamu tidak memikul tanggung jawab sedikitpun terhadap perbuatan mereka dan merekapun tidak memikul tanggung jawab sedikitpun terhadap perbuatanmu, yang menyebabkan kamu (berhak) mengusir mereka, (sehingga kamu termasuk orang-orang yang zalim&#8221; QS:6:52</p>
	<p>***<br />
<em>picture taken from http://artfiles.art.com</em>
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://semplice.blogsome.com/2008/06/06/peace/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
	</channel>
</rss>
