BBM (Bensin Bakal Mahal) Banget



Pengurangan subsidi BBM bukanlah solusi jangka panjang bagi perekonomian bangsa yang masih asyik korupsi ini. Memang sih, tingkat ketergantungan kita akan BBM sebagai sumber energi primer masih sangat tinggi, sehingga sumber energi alternatif lainnya, semisal: Gas Bumi, Batubara, Biodiesel, dan yang lainnya belum optimal dialokasikan dan dapat menggantikannya. Walhasil, dampak jangka pendek bagi instabilitas sospolbudek (sosial politik budaya ekonmi) sangat riskan. Wong, biasa disuapin… tahu-tahu nyuap sendiri, itu pun kalo masih ada yang bisa disuap. :mrgreen:

Adalah logis, makin lama BBM makin langka dan makin mahal. Dan tentunya beban subsidi makin besar… Mau, sampe pake ngutang-ngutang cuman buat subsidi? Katro! :P

Mengharap kalo korupsi bakalan nol persen di negeri ini tentulah tambah KATRO :D Yang terbaik adalah, Sosialisasikan penggunaan energi yang beradab. Ingat! Energi Fossil pasti bakal habis, cepat atau lambat! Dan makin lama makin MAHAL!!! Bagi para orang-orang pintar, macam mahasiswa, peneliti dan bukan model Ki Joko Bodo, ayo dong… berlomba-lomba menciptakan/menemukan dan menjadikan teknologi tepat guna buat Energi Alternatif yang dapat dimanfaatkan oleh segenap komponen bangsa! Ingat, ENERGI MURAH, RAKYAT GEMBIRA, NEGARA SEJAHTERA!

BLT memang bukan solusi, apalagi berdampak postif bagi budaya dan sosial yang berjangka panjang. Ini benar-benar uang kaget untuk biar nggak kaget. Dampak efek bola salju kenaikan BBM akan terasa banget buat mereka yang berkategori miskin. Dan tentunya efek kejut paling TOP, ya… 3-6 bulan, selebihnya bakalan BIASA… wong dikerjain KUMPENI ampe 350 taon masih bisa merdeka, masak dikerjain BBM bisa TELER… HEHEHE :D

Terus, SOLUSInya gimana, dong? Anggaran Pemerintah harus lebih banyak teralokasi buat kesehatan masyarakat, pendidikan, penciptaan lapangan kerja baru, dan yang terpenting dengan sedikit atau setidaknya SULIT buat KORUPSI. Informasi-informasi yang edukatif buat masyarakat dari para sumber informasi, media, baik elektronik maupun cetak, amat sangat membantu awam buat pembelajaran. Setidaknya memahami kalau energi fossil itu makin lama, makin langka dan makin mahal. Semua butuh biaya, dan pastinya makin lama makin mahal.

Yang pasti, ini bukan masalah kecil, karena dampaknya sangat intens. Seperti slogan SBY-JK kala kampanye 2004 lalu –terlepas dari janji-janji mereka– “BERSAMA KITA BISA”… Tergantung kitanya sekarang… bisa apa? bisa maju, bisa tahan, bisa eksis, atau bisa… ANCUR!!! :(